Perdana Jabar, – Nama Kurt Cobain memang terlalu besar untuk diabaikan dalam sejarah musik dunia. Di tengah deretan gitaris kelas dewa dengan teknik luar biasa, nilai jual peninggalan vokalis dan gitaris Nirvana itu justru melesat tak tertandingi. Bahkan, sejumlah gitar miliknya masuk daftar instrumen lelang termahal di dunia.
Fenomena ini membuktikan satu hal: pengaruh, momen sejarah, dan nilai emosional sering kali lebih kuat daripada sekadar kemampuan teknis. Cobain bukan hanya gitaris—ia adalah ikon generasi.
Tiga Nama Kurt di 10 Besar
Dalam daftar 10 gitar lelang termahal dunia, tiga posisi di antaranya ditempati gitar milik Kurt Cobain:
- Martin D-18E (1959) – Terjual seharga $6.010.000 (Rp97,5 miliar) pada 2020.
Gitar akustik ini digunakan dalam penampilan legendaris MTV Unplugged in New York, yang menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah musik rock. - Fender Mustang (1969) – Laku $4,5 juta pada 2022.
Dipakai dalam video klip lagu ikonik “Smells Like Teen Spirit”, lagu yang melambungkan nama Nirvana ke puncak dunia. - Fender Skystang I – Terjual $1.587.500 pada 2023.
Digunakan dalam konser terakhir Nirvana sebelum Cobain wafat, menjadikannya artefak bersejarah bagi penggemar grunge.
Deretan Legenda Lainnya
Di bawah bayang-bayang Cobain, nama-nama besar tetap menghiasi daftar gitar termahal dunia:
Fender Stratocaster “Black Strat” (1969) milik David Gilmour – $3.975.000 (2019). Ikon suara khas Pink Floyd.
Fender Stratocaster “Reach Out to Asia” – $2,7 juta (2005). Ditandatangani banyak bintang rock untuk kegiatan amal.
Gibson J-160E (1962) milik John Lennon – $2,41 juta (2015). Dipakai dalam rekaman awal The Beatles.
Fender Stratocaster “Izabella” (1968) milik Jimi Hendrix – diperkirakan sekitar $2 juta. Digunakan di panggung Woodstock.
Gibson Les Paul “Greeny” (1959) milik Peter Green / Gary Moore – diperkirakan lebih dari $1 juta.
Gibson Les Paul (1957) milik Duane Allman – sekitar $1.250.000.
Fender Stratocaster “Blackie” milik Eric Clapton – $959.500 (2004).
Lebih dari Sekadar Skill
Jika berbicara teknik, banyak gitaris lain yang disebut-sebut lebih virtuosik. Namun nilai jual membuktikan bahwa sejarah, pengaruh budaya, dan simbol perlawanan generasi 90-an membuat nama Kurt Cobain begitu mahal.
Cobain adalah representasi ledakan grunge, suara kegelisahan anak muda, dan ikon anti-kemapanan. Maka tak heran, gitarnya bukan sekadar instrumen melainkan potongan sejarah musik dunia yang tak ternilai.
Di antara para gitaris berskill dewa, nama Kurt Cobain tetap berdiri sebagai legenda dengan nilai jual paling mengguncang dunia. **


